1
1
Pemerintah Iran melayangkan protes keras kepada Ukraina setelah sebuah kapal dagang di Laut Kaspia menjadi sasaran serangan militer yang menewaskan seorang anak buah kapal (ABK) serta melukai beberapa awak lainnya. Insiden tersebut memicu ketegangan diplomatik baru antara kedua negara.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu memanggil Kuasa Usaha Ukraina di Teheran untuk menyampaikan nota protes resmi. Dalam pertemuan itu, Direktur Jenderal Eurasia Kementerian Luar Negeri Iran, Manouchehr Moradi, mengecam serangan tersebut sebagai tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.
Iran Sebut Serangan Langgar Piagam PBB
Moradi menegaskan bahwa serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk agresi yang tidak hanya mengancam keselamatan warga sipil, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di kawasan Laut Kaspia yang berbatasan dengan sejumlah negara.
Dalam pertemuan itu, Iran juga meminta pemerintah Ukraina bertanggung jawab atas insiden tersebut, termasuk mengambil langkah hukum terhadap pihak yang terlibat dalam serangan. Pemerintah Iran menegaskan akan terus menjaga keamanan nasional dan melindungi kepentingan warganya serta tidak akan tinggal diam terhadap serangan yang menyasar warga maupun aset negara.
Ukraina Akui Menyerang Kapal
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu (25/7) mengonfirmasi bahwa militer Ukraina telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal di Laut Kaspia. Zelenskyy menyatakan kapal tersebut diduga mengangkut peralatan militer menuju Iran, sehingga menjadi target operasi militer Ukraina. Namun, pemerintah Iran membantah pembenaran tersebut dan tetap menilai aksi militer Ukraina sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Teheran Khawatirkan Eskalasi Konflik
Kementerian Luar Negeri Iran menilai serangan itu mencerminkan pendekatan yang dinilai tidak rasional dan berbahaya terhadap hubungan kedua negara. Teheran juga menyebut tindakan tersebut melanggar Pasal 2 Ayat (4) Piagam PBB, yang melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara.
Menurut Iran, insiden di Laut Kaspia berpotensi memperburuk ketegangan regional dan meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas apabila tidak segera diselesaikan melalui jalur diplomatik. Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas kapal maupun perkembangan penyelidikan independen terkait insiden tersebut. Sementara itu, hubungan diplomatik antara Iran dan Ukraina diperkirakan akan menghadapi tekanan baru menyusul saling tuding atas serangan yang terjadi di perairan Laut Kaspia.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.