1
1

Temasek Holdings kembali mencatatkan pertumbuhan nilai portofolio investasinya hingga mencapai sekitar 607 miliar dolar Singapura atau setara sekitar Rp7.200 triliun. Capaian tersebut semakin menegaskan posisi perusahaan investasi milik pemerintah Singapura itu sebagai salah satu sovereign wealth fund paling sukses di dunia. Di sisi lain, Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membangun fondasi untuk mengejar capaian serupa melalui pengelolaan aset-aset strategis milik negara.
Temasek yang berdiri sejak 1974 dikenal mengelola portofolio investasi secara komersial dengan pendekatan jangka panjang. Investasinya tersebar di berbagai sektor, mulai dari jasa keuangan, telekomunikasi, infrastruktur, teknologi, kesehatan, energi, hingga ekonomi digital di berbagai negara. Strategi diversifikasi tersebut membuat nilai aset Temasek terus bertumbuh meskipun menghadapi berbagai siklus ekonomi global.
Sementara itu, Danantara dibentuk pemerintah Indonesia untuk mengelola aset dan investasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Lembaga ini diproyeksikan menjadi kendaraan investasi nasional yang mampu mengoptimalkan nilai aset negara sekaligus menjadi sumber pembiayaan berbagai proyek strategis. Pemerintah juga beberapa kali menyebut Temasek sebagai salah satu referensi dalam pengembangan tata kelola Danantara, meski karakter, mandat, dan struktur keduanya tidak sepenuhnya sama.
Pengamat menilai peluang Danantara mengejar Temasek tetap terbuka, namun membutuhkan proses panjang. Selain mengelola aset dalam jumlah besar, keberhasilan sebuah sovereign wealth fund sangat bergantung pada kualitas tata kelola, independensi pengambilan keputusan investasi, transparansi, serta kemampuan menghasilkan imbal hasil yang konsisten dalam jangka panjang. Faktor-faktor tersebut menjadi pembeda utama antara lembaga investasi yang mampu berkembang secara berkelanjutan dan yang justru menghadapi berbagai kendala operasional.
Indonesia dinilai memiliki modal yang tidak kalah besar berupa aset BUMN di sektor energi, pertambangan, perbankan, telekomunikasi, hingga infrastruktur. Namun, tantangan yang dihadapi juga lebih kompleks, mulai dari optimalisasi aset, peningkatan efisiensi perusahaan negara, hingga menjaga keseimbangan antara tujuan komersial dan kepentingan pembangunan nasional. Karena itu, performa Danantara dalam beberapa tahun pertama akan menjadi indikator penting bagi kepercayaan investor global terhadap model pengelolaan investasi yang dikembangkan pemerintah.
Pemerintah berharap Danantara dapat berkembang menjadi pemain investasi global yang mampu meningkatkan nilai aset negara sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Meski masih berada pada tahap awal pengembangan, pengalaman Temasek menunjukkan bahwa keberhasilan sovereign wealth fund dibangun melalui konsistensi strategi investasi, tata kelola yang kuat, serta disiplin dalam menciptakan nilai jangka panjang. Dengan fondasi tersebut, Danantara dinilai memiliki peluang untuk tumbuh, meski perjalanan menuju skala Temasek diperkirakan memerlukan waktu yang tidak singkat.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Samudra Berita yang berfokus menyajikan konten berita digital yang menarik, akurat, dan terpercaya bagi pembaca di Indonesia.