1
1
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi terhadap upaya pelestarian Desa Adat Matabesi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya, Tito menilai kawasan tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, dan potensi wisata yang besar sehingga perlu terus dijaga sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang.
Menurut Tito, Desa Adat Matabesi memiliki karakteristik yang unik dan mengingatkannya pada Desa Wae Rebo di Manggarai. Namun, Matabesi dinilai memiliki kekhasan tersendiri, baik dari keberadaan rumah adat yang telah bertahan selama ratusan tahun, lingkungan yang masih alami, maupun akses yang relatif lebih mudah dijangkau wisatawan. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan desa sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Ia juga mendorong agar sejarah Desa Adat Matabesi terus digali dan didokumentasikan sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas masyarakat lokal, tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif dan usaha lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Tito mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Belu yang dinilai memiliki komitmen dalam menjaga keberlangsungan kawasan adat. Ia turut mengunjungi Museum Fohorai yang sedang dibangun di Desa Adat Matabesi dan berharap museum tersebut dapat dilengkapi dengan koleksi mengenai sejarah, tradisi, pertanian, peternakan, hingga berbagai aspek kehidupan masyarakat adat agar menjadi pusat edukasi budaya.
Tito juga memberikan penghormatan kepada para tetua adat yang tetap mempertahankan nilai-nilai leluhur di tengah perkembangan zaman. Ia menilai modernisasi tidak harus menghilangkan akar budaya masyarakat. Justru, pelestarian kawasan adat dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan sehingga menjadi identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Sebagai perbandingan, Tito mengisahkan pengalamannya saat mengunjungi Hawaii, di mana banyak desa adat telah hilang akibat modernisasi. Menurutnya, Indonesia perlu belajar dari pengalaman tersebut dengan tetap menjaga kawasan budaya yang masih bertahan hingga kini. Ia berharap Desa Adat Matabesi dapat menjadi contoh keberhasilan pelestarian budaya yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Samudra Berita yang berfokus menyajikan konten berita digital yang menarik, akurat, dan terpercaya bagi pembaca di Indonesia.