Popular Posts

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Jakarta - RakyatMerdeka.net

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Jakarta

 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 diproyeksikan tidak hanya menghadirkan persaingan atlet terbaik dari berbagai negara, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Jakarta. Kejuaraan yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan pada 1–5 Agustus 2026 tersebut diperkirakan mendorong aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon mengatakan penyelenggaraan turnamen internasional menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan atlet, ofisial, serta pendamping dari berbagai negara.

Menurutnya, kehadiran ratusan peserta internasional akan menciptakan perputaran ekonomi yang dirasakan oleh berbagai sektor jasa dan pariwisata di ibu kota. Selain menjadi ajang olahraga, kejuaraan ini juga membuka peluang memperkenalkan Jakarta dan Indonesia kepada masyarakat dunia melalui konsep sport tourism.

Diikuti Atlet dari 36 Negara

Kejuaraan tahun ini diikuti 478 atlet dari 36 negara, termasuk peserta dari kawasan Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, 245 atlet berasal dari luar Indonesia, sementara tuan rumah menurunkan 233 taekwondoin.

India menjadi kontingen internasional terbesar dengan 61 atlet, disusul Hong Kong yang mengirim 34 atlet, serta Filipina dengan 33 atlet.

Richard menilai tingginya partisipasi negara peserta memperlihatkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi taekwondo bertaraf internasional. Kondisi ini sekaligus memberikan peluang untuk mempromosikan destinasi wisata dan budaya Indonesia kepada tamu mancanegara.

Turnamen G2 Perebutkan Poin Olimpiade

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 merupakan turnamen berstatus G2 World Taekwondo (WT) yang memberikan poin penting menuju Olimpiade Los Angeles 2028 serta kejuaraan dunia.

Kompetisi mempertandingkan dua kategori utama, yaitu poomsae (seni) dan kyorugi (tarung). Nomor poomsae recognized dan freestyle dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Agustus, sedangkan pertandingan kyorugi senior putra dan putri digelar mulai 3 hingga 5 Agustus.

Bagi atlet Indonesia, ajang ini menjadi kesempatan untuk mengumpulkan poin internasional sekaligus mengukur kemampuan menghadapi persaingan dunia.

Indonesia Siapkan Atlet Menuju Asian Games

Dari total 233 atlet Indonesia, sebanyak 31 taekwondoin dipilih PBTI berdasarkan hasil rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series yang diselenggarakan di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.

Beberapa atlet yang diproyeksikan memperkuat Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 juga akan tampil dalam turnamen ini, yakni Muhammad Bassam Raihan di kelas di bawah 68 kilogram putra, Arya Danu pada kelas di bawah 80 kilogram putra, serta Andi Sultan di nomor poomsae.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian menjelaskan tingginya minat peserta membuat panitia harus membatasi jumlah atlet agar jadwal pertandingan tetap sesuai dengan regulasi World Taekwondo. PBTI berharap penyelenggaraan kejuaraan ini tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi kompetisi internasional yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

Website |  + posts