1
1
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat risiko sedang hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah selama periode 9–15 Agustus 2026. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mencegah meluasnya kebakaran.
Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Taufiq Hidayah, menjelaskan bahwa tingginya potensi karhutla dipengaruhi kombinasi suhu udara yang meningkat, kelembapan udara yang rendah, serta kecepatan angin yang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Menurutnya, situasi tersebut memerlukan langkah mitigasi sejak dini agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran berskala besar. Karena itu, BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan tersebut.
BMKG merekomendasikan pemerintah daerah segera mengaktifkan posko siaga karhutla di tingkat provinsi, kabupaten, hingga kecamatan. Selain itu, petugas di lapangan diharapkan melakukan pemantauan secara bergilir guna mempercepat deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
Koordinasi lintas instansi juga dinilai penting dalam menghadapi ancaman karhutla. BMKG mendorong keterlibatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, serta para relawan untuk menentukan wilayah prioritas yang memerlukan pengawasan lebih intensif.
Taufiq menambahkan patroli rutin di kawasan rawan perlu ditingkatkan, terutama pada siang hingga sore hari ketika suhu udara berada pada titik tertinggi. Pemanfaatan teknologi seperti drone maupun kamera pemantau juga dapat membantu mendeteksi kemunculan titik panas secara lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
Selain pengawasan, kesiapan sarana pemadaman menjadi aspek yang tidak kalah penting. Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan pompa air, tangki air, alat pemadam api ringan (APAR), serta perlengkapan petugas dalam kondisi siap digunakan. Penyediaan pos air dan pembangunan sekat bakar di kawasan rawan juga dianjurkan sebagai langkah antisipasi.
BMKG berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan maupun hutan. Upaya pencegahan secara bersama dinilai menjadi langkah paling efektif untuk meminimalkan dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di Sulawesi Tengah.