1
1
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mendorong Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memanfaatkan program SMK Go Global untuk menyiapkan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Christina mengatakan pemetaan minat masyarakat menjadi salah satu langkah penting agar pelatihan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Dengan demikian, kompetensi calon PMI dapat lebih tepat sasaran.
“Kita tadi petakan apa yang menjadi minat masyarakat di sana, sehingga bisa lebih mengerucut dan sesuai antara minat dan demand,” kata Christina setelah menerima audiensi Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu.
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja internasional bagi generasi muda sekaligus potensi Padang Pariaman dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat bersaing di pasar kerja global.
Christina menjelaskan pemerintah daerah dapat memanfaatkan SMK Go Global untuk meningkatkan kompetensi dan melakukan upskilling bagi calon PMI. Program tersebut juga diharapkan dapat membuka akses penempatan kerja di luar negeri melalui jalur yang aman, prosedural, dan memberikan perlindungan.
Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan link and match antara kebutuhan tenaga kerja internasional, minat masyarakat, serta kapasitas lembaga pendidikan vokasi. Kesesuaian ketiga unsur tersebut dinilai penting agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pemberi kerja.
Christina berharap semakin banyak masyarakat Padang Pariaman mengikuti Batch 2 SMK Go Global yang dijadwalkan dimulai pada minggu ketiga September 2026. Kementerian P2MI juga membuka peluang untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mempersiapkan calon PMI sesuai kebutuhan pasar global.
“Kita bangun bukan sekadar keberangkatan ke luar negeri, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan, berangkat melalui prosedur yang benar, dan mendapatkan pelindungan sejak sebelum bekerja, selama bekerja, hingga kembali ke daerah asal,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan keinginan pemerintah daerah untuk ikut berperan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja migran Indonesia. Potensi tersebut didukung oleh keberadaan lembaga pendidikan dan vokasi di wilayahnya.
Saat ini Padang Pariaman memiliki 17 kecamatan dan 14 SMK, serta sejumlah institusi pendidikan vokasi, termasuk Politeknik Pelayaran serta sekolah keperawatan dan kebidanan.
“Kami ingin ikut berperan mengisi kebutuhan akan pekerja migran Indonesia. Kami tadi minta arahan dari Ibu Wamen, apa yang harus kami siapkan,” kata John.
Menurutnya, kolaborasi dengan Kementerian P2MI dapat memberikan lebih banyak pilihan kesempatan kerja bagi masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan generasi muda, penempatan PMI secara terarah diharapkan turut membantu mengurangi tingkat pengangguran di Padang Pariaman.