1
1
Pemerintah Kabupaten Demak berharap para peneliti dari IPB University dapat membantu mengatasi penyakit “Janda Pirang” yang menyerang tanaman bawang merah. Upaya ini diharapkan mampu memulihkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi kerugian yang dialami para petani.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Ahmad Sugiharto, mengatakan bahwa penyakit tersebut telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi petani bawang merah dalam beberapa tahun terakhir. Serangan penyakit ini menyebabkan daun tanaman menguning secara bersamaan dan berdampak pada penurunan hasil panen yang signifikan.
Saat mengunjungi Program Inovasi Pertanian Bawang Merah IPB di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Sugiharto menegaskan bahwa kolaborasi antara peneliti dan petani sangat penting untuk menemukan solusi jangka panjang terhadap permasalahan tersebut.
“Kami berharap kerja sama dengan IPB ini dapat mengatasi penyakit ‘Janda Pirang’ yang telah menyebabkan gagal panen di berbagai wilayah dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus meningkatkan produktivitas bawang merah melalui inovasi pertanian,” ujarnya.
Menurut pemerintah daerah, hasil awal dari teknologi yang sedang diuji menunjukkan potensi untuk mengurangi kerusakan tanaman akibat penyakit hingga sekitar 50 persen sampai 60 persen.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari para petani yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan produksi secara drastis. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Makmur Desa Pasir, Sukron, mengatakan hasil panen bawang merah terus menurun akibat serangan penyakit tersebut.
Ia menjelaskan bahwa produktivitas yang sebelumnya mampu mencapai rasio tanam terhadap panen sebesar 1:12 kini turun menjadi sekitar 1:7. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh serangan penyakit serta akumulasi residu bahan kimia di lahan pertanian selama bertahun-tahun.
“Kami berharap kerja sama dengan IPB dapat mengembalikan hasil panen seperti sebelumnya, atau setidaknya membawa produktivitas kembali ke rasio 1:12,” kata Sukron.
Dalam dua tahun terakhir, penyakit “Janda Pirang” dilaporkan telah menyerang hampir seluruh area pertanian di Desa Pasir, sehingga banyak petani kesulitan menutup biaya produksi mereka.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Suryo Wiyono, menjelaskan bahwa penurunan produksi bawang merah disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.
Melalui Program Desa Inovasi, IPB menerapkan pendekatan terpadu dengan tahap awal yang difokuskan pada pengendalian penyakit “Janda Pirang” menggunakan mikroorganisme bermanfaat yang dikembangkan khusus sesuai dengan kondisi tanah setempat.
Menurut Suryo, mikroorganisme tersebut dirancang untuk menekan perkembangan penyakit tanaman, bukan berfungsi sebagai pupuk. Efektivitas teknologi ini akan dievaluasi saat musim panen mendatang, dan hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan bagi penerapan program serupa di daerah lain yang menghadapi tantangan yang sama.