Popular Posts

AS Tunda Tarif Baru China hingga Pertemuan Trump dan Xi

Pemerintah Amerika Serikat diperkirakan menunda pengumuman tarif baru terhadap barang impor dari China hingga pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada 24 September 2026. Penundaan tersebut dilaporkan terjadi di tengah persiapan kedua negara membahas sejumlah isu perdagangan.

Laporan yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebut Washington kemungkinan baru mengumumkan kebijakan tarif setelah pertemuan Trump dan Xi. Sebelumnya, pemerintah AS disebut menyiapkan laporan mengenai dugaan kelebihan kapasitas produksi di sejumlah sektor manufaktur yang dapat menjadi dasar penerapan tarif tambahan.

Besaran tarif yang akan diberlakukan masih belum dipastikan. Pada Agustus, pemerintah AS dilaporkan mempertimbangkan tarif tambahan sebesar 7,5 persen terhadap produk China terkait isu kapasitas produksi berlebih. Jika diterapkan, tambahan tersebut diperkirakan dapat membawa total tarif AS terhadap barang China ke sekitar 20 persen.

Pertemuan Trump dan Xi dijadwalkan berlangsung di Washington pada 24 September. Reuters melaporkan bahwa agenda pertemuan akan mencakup isu perdagangan, termasuk kemungkinan perpanjangan gencatan tarif, pembelian barang AS oleh China, serta akses terhadap komoditas dan teknologi strategis.

Selain perdagangan, kedua pemimpin juga diperkirakan membahas sejumlah persoalan lain dalam hubungan bilateral AS-China. Ketegangan terkait Taiwan, kecerdasan artifisial, pembatasan teknologi, serta isu prekursor fentanyl menjadi bagian dari persoalan yang tengah diperhatikan kedua negara.

Penundaan pengumuman tarif memberikan ruang bagi kedua pemerintahan untuk membahas kebijakan perdagangan secara langsung sebelum keputusan baru diterapkan. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah tarif tambahan yang akhirnya diumumkan akan tetap berada pada angka 7,5 persen atau mengalami perubahan setelah pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Dengan jadwal pertemuan yang semakin dekat, kebijakan tarif menjadi salah satu isu utama yang dapat memengaruhi arah hubungan perdagangan AS-China dalam waktu berikutnya.

Website |  + posts

Rizky Saputra adalah seorang profesional di bidang media digital dan komunikasi asal Indonesia dengan pengalaman dalam pengelolaan konten online, penulisan berita, dan strategi publikasi digital. Ia memiliki minat pada jurnalisme modern, analisis media, serta perkembangan teknologi informasi. Dalam pekerjaannya, Rizky sering terlibat dalam proses produksi konten, koordinasi editorial, dan pengelolaan distribusi berita di platform digital. Ia dikenal sebagai pribadi yang teliti, komunikatif, dan mampu bekerja dengan baik dalam tim maupun secara mandiri.