1
1
Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah menempatkan keselamatan dan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
Menurut Hetifah, perkembangan karhutla dalam beberapa hari terakhir menunjukkan persoalan tersebut tidak lagi sebatas kebakaran kawasan hutan. Dampaknya telah meluas menjadi ancaman bencana yang berpotensi mengganggu kesehatan, keselamatan, mobilitas, serta aktivitas masyarakat.
“Ketika asap sudah mengganggu jarak pandang, aktivitas masyarakat dan penerbangan, serta berpotensi mengganggu kesehatan warga, maka keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata Hetifah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan berbagai kebutuhan perlindungan masyarakat tersedia selama kondisi karhutla berlangsung. Fasilitas kesehatan, masker yang sesuai, serta informasi mengenai kualitas udara harus dapat diakses masyarakat secara memadai.
Perlindungan juga perlu diberikan secara khusus kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Selain perlindungan warga, Hetifah mendorong penguatan sistem komando dan koordinasi dalam penanganan karhutla. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memastikan koordinasi di wilayah terdampak berjalan cepat dan efektif.
Menurut dia, setiap titik panas atau hotspot yang terdeteksi harus segera diverifikasi di lapangan. Langkah tersebut penting agar potensi kebakaran dapat diketahui sejak awal dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Yang kita perlukan adalah respons cepat berbasis data. Hotspot harus segera diverifikasi di lapangan. Jangan sampai ada jeda terlalu panjang antara deteksi, laporan, dan pemadaman,” ujar anggota DPR RI dari Kalimantan Timur tersebut.
Hetifah juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengerahkan personel gabungan untuk menangani karhutla. Upaya tersebut mencakup penguatan pemadaman melalui jalur darat, penggunaan water bombing, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.
Namun, ia mengingatkan bahwa risiko kebakaran belum akan segera berakhir. Kondisi cuaca kering masih berpotensi berlangsung dalam beberapa pekan mendatang sehingga pemerintah perlu mempersiapkan strategi penanganan jangka menengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Kalimantan masih mengalami kondisi minim pertumbuhan awan. Sementara itu, potensi datangnya musim hujan diperkirakan baru meningkat sekitar pertengahan Oktober.
Kondisi tersebut membuat periode risiko karhutla masih cukup panjang. Karena itu, pemerintah dinilai tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman titik api yang muncul saat ini, tetapi juga perlu menyiapkan langkah antisipasi apabila kebakaran kembali terjadi.
“Artinya, kita masih memiliki periode risiko yang panjang. Jangan hanya berpikir bagaimana memadamkan api hari ini. Pemerintah harus menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan karhutla berulang sampai kondisi cuaca kembali,” kata Hetifah.
Ia menilai strategi penanganan perlu menggabungkan pemantauan titik panas, respons pemadaman cepat, perlindungan masyarakat, kesiapan layanan kesehatan, dan koordinasi lintas lembaga. Dengan pendekatan tersebut, dampak karhutla terhadap kehidupan masyarakat di Kalimantan diharapkan dapat ditekan.
Rizky Saputra adalah seorang profesional di bidang media digital dan komunikasi asal Indonesia dengan pengalaman dalam pengelolaan konten online, penulisan berita, dan strategi publikasi digital. Ia memiliki minat pada jurnalisme modern, analisis media, serta perkembangan teknologi informasi. Dalam pekerjaannya, Rizky sering terlibat dalam proses produksi konten, koordinasi editorial, dan pengelolaan distribusi berita di platform digital. Ia dikenal sebagai pribadi yang teliti, komunikatif, dan mampu bekerja dengan baik dalam tim maupun secara mandiri.