Popular Posts

IOM PBB 143 Migran Diduga Tewas dalam Kapal Terbalik di Mauritania - RakyatMerdeka.net

IOM PBB: 143 Migran Diduga Tewas dalam Kapal Terbalik di Mauritania

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sedikitnya 143 migran diduga meninggal dunia setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di lepas pantai Mauritania. Insiden tersebut disebut sebagai salah satu kecelakaan kapal paling mematikan di jalur migrasi Afrika Barat menuju Kepulauan Canary.

Dalam keterangannya pada Rabu (22/7/2026), IOM mengungkapkan kapal tersebut membawa sekitar 180 orang yang berangkat dari Gambia. Kapal itu dilaporkan menghabiskan sekitar 25 hari di laut sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di dekat Kota Nouadhibou.

Penjaga Pantai Mauritania berhasil menyelamatkan 38 orang pada Sabtu lalu. Sementara itu, satu jenazah telah ditemukan dan para penyintas melaporkan sedikitnya 143 penumpang lainnya masih hilang dan diduga meninggal dunia.

Korban selamat terdiri dari pria, perempuan, dan anak-anak yang berasal dari sejumlah negara di Afrika Barat. Di antara mereka terdapat dua anak yang dilaporkan kehilangan kedua orang tua serta saudara mereka selama perjalanan.

Direktur Regional IOM untuk Afrika Barat dan Afrika Tengah, Sylvia Ekra, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyoroti tingginya risiko yang masih dihadapi para migran di jalur tersebut.

“Setiap nyawa yang hilang di rute ini adalah satu nyawa yang terlalu banyak. Saya turut berduka cita kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai, dan kepada para penyintas yang telah mengalami cobaan yang tak terbayangkan,” ujar Ekra.

IOM mencatat tragedi terbaru ini membuat jumlah korban jiwa yang dilaporkan di jalur migrasi Atlantik Afrika Barat menuju Kepulauan Canary sepanjang tahun 2026 meningkat menjadi 168 orang. Angka tersebut belum termasuk dua dugaan kecelakaan kapal lainnya yang masih dalam proses verifikasi dan diperkirakan juga menelan ratusan korban.

Menurut IOM, menurunnya jumlah migran yang tiba di tujuan tidak berarti jalur tersebut menjadi lebih aman. Badan PBB itu menilai risiko perjalanan laut tetap sangat tinggi sehingga diperlukan kerja sama regional yang lebih kuat.

IOM juga kembali menyerukan perluasan akses terhadap jalur migrasi yang aman, legal, dan teratur guna mengurangi jatuhnya korban jiwa dalam perjalanan lintas negara.

Website |  + posts