1
1
Krisis air dan sanitasi masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat di wilayah Palestina yang diduduki. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan lebih dari 1,3 juta orang kini hanya memperoleh kurang dari 6 liter air per orang setiap hari untuk kebutuhan minum dan memasak.
Jumlah tersebut berada jauh di bawah standar minimum kebutuhan air dalam situasi darurat. OCHA menyebut kebutuhan dasar dalam kondisi tersebut mencapai 15 liter per orang per hari, termasuk untuk minum, memasak dan mencuci.
Kondisi serupa juga dialami sekitar 700.000 orang yang hanya mendapatkan kurang dari 9 liter air setiap hari untuk kebutuhan rumah tangga. Keterbatasan tersebut membuat masyarakat kesulitan menjaga kebersihan diri, membersihkan tempat tinggal, serta memenuhi kebutuhan anak-anak.
Ketergantungan terhadap distribusi air juga cukup tinggi. Sekitar tiga dari empat orang mengandalkan pasokan melalui truk tangki. Sepanjang bulan lalu, mitra kemanusiaan menyalurkan air ke lebih dari 2.500 titik pengambilan serta lebih dari 100 lokasi pengungsian di Jalur Gaza setiap hari.
OCHA menyebut kondisi di titik distribusi turut menjadi persoalan. Warga harus mengantre dalam jumlah besar, sementara ketersediaan wadah untuk membawa air ke tempat tinggal terbatas. Dalam banyak kasus, anak-anak turut dilibatkan untuk mengangkut air.
Masalah sanitasi turut memperbesar risiko kesehatan. Hanya sekitar separuh rumah tangga yang memiliki fasilitas sanitasi dasar dan pribadi untuk mencegah kontak dengan kotoran manusia. Sementara itu, kelompok lainnya masih bergantung pada fasilitas bersama yang dinilai tidak memadai atau tidak aman.
Persoalan lingkungan juga belum terselesaikan. Mitra kemanusiaan disebut mampu mengumpulkan sekitar 80 persen sampah padat yang dihasilkan di Jalur Gaza. Namun, lebih dari 900.000 orang masih melaporkan adanya tumpukan sampah di sekitar kawasan permukiman.
OCHA menilai dukungan berkelanjutan diperlukan untuk memperbaiki situasi tersebut. Pendanaan yang konsisten, izin tambahan bagi pemasukan suku cadang, serta pemulihan akses menuju lokasi pembuangan akhir di wilayah yang aksesnya terbatas menjadi sejumlah kebutuhan penting.
Keterbatasan air bersih, fasilitas sanitasi dan pengelolaan sampah secara bersamaan meningkatkan tekanan terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Karena itu, penyediaan layanan dasar menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan bagi penduduk terdampak.
Dimas Hartono adalah seorang profesional media digital dan komunikasi asal Indonesia yang berpengalaman dalam produksi konten, strategi editorial, dan pengelolaan platform online. Ia memiliki minat besar pada perkembangan jurnalisme digital, teknologi informasi, dan strategi komunikasi modern. Dalam kariernya, Dimas aktif terlibat dalam pengembangan konten kreatif, koordinasi tim media, serta optimalisasi distribusi informasi melalui berbagai saluran digital. Ia dikenal sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan mampu bekerja secara profesional dalam lingkungan yang cepat berubah.