1
1
Harga emas dunia berpeluang mengalami koreksi dalam perdagangan Kamis (13/8/2026) setelah indikator teknikal menunjukkan pelemahan momentum kenaikan. Meski demikian, kondisi fundamental global masih menjadi faktor pendukung bagi emas sebagai aset safe haven.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan sinyal pelemahan terlihat setelah harga emas XAUUSD gagal bertahan di atas area resistance USD4.433. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan beli mulai berkurang dan membuka ruang bagi aksi jual dalam jangka pendek.
Menurut Geraldo, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat menjadi indikasi awal bahwa tren penguatan mulai kehilangan tenaga. Pergerakan harga juga berpotensi membentuk pola Double Top, yang dalam analisis teknikal kerap digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan pembalikan arah.
Pola tersebut terjadi ketika harga dua kali gagal melewati area puncak yang relatif sama. Jika terbentuk dan terkonfirmasi, kondisi itu dapat menunjukkan melemahnya kekuatan pembeli serta meningkatnya dominasi penjual.
Sinyal lain berasal dari indikator Stochastic. Analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya potensi Bearish Divergence, yakni kondisi ketika harga masih bergerak di level tinggi sementara kekuatan momentum yang tercermin dari indikator justru mengalami penurunan.
Kombinasi kedua sinyal tersebut membuat risiko pelemahan harga emas perlu diperhatikan investor dan trader. Dupoin Futures memperkirakan XAUUSD dapat bergerak menuju area support USD4.359 hingga USD4.313 apabila tekanan jual berlanjut.
Zona tersebut menjadi perhatian karena dapat menjadi area munculnya kembali permintaan jika harga berhasil menemukan pijakan dan tekanan jual mulai berkurang.
Namun, Geraldo menilai potensi penurunan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa emas telah memasuki tren bearish jangka panjang. Pelemahan lebih mungkin merupakan koreksi setelah harga mencatat penguatan dalam periode sebelumnya.
Karena itu, pelaku pasar disarankan tidak terburu-buru mengambil posisi hanya berdasarkan satu indikator. Konfirmasi pergerakan harga di sekitar level support maupun resistance tetap diperlukan untuk menentukan arah berikutnya.
Dimas Hartono adalah seorang profesional media digital dan komunikasi asal Indonesia yang berpengalaman dalam produksi konten, strategi editorial, dan pengelolaan platform online. Ia memiliki minat besar pada perkembangan jurnalisme digital, teknologi informasi, dan strategi komunikasi modern. Dalam kariernya, Dimas aktif terlibat dalam pengembangan konten kreatif, koordinasi tim media, serta optimalisasi distribusi informasi melalui berbagai saluran digital. Ia dikenal sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan mampu bekerja secara profesional dalam lingkungan yang cepat berubah.