1
1

Harita Nickel menjalani audit Responsible Minerals Assurance Process Plus (RMAP+) sebagai bagian dari upaya memperkuat standar keberlanjutan dan tata kelola industri pertambangan nikel.
Langkah tersebut dinilai menjadi perhatian penting bagi industri nikel di Maluku Utara yang saat ini berkembang pesat seiring meningkatnya permintaan global terhadap bahan baku baterai kendaraan listrik.
RMAP+ merupakan standar audit yang digunakan untuk memastikan praktik pertambangan dan rantai pasok mineral berjalan sesuai prinsip keberlanjutan, transparansi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Pengamat industri tambang menilai audit tersebut dapat meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk nikel Indonesia, terutama di tengah meningkatnya tuntutan global terkait standar ESG (Environmental, Social, and Governance).
Selain aspek lingkungan, audit juga mencakup evaluasi terhadap praktik ketenagakerjaan, hak asasi manusia, hingga tata kelola operasional perusahaan.
Harita Nickel disebut berupaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai global melalui penerapan standar internasional di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.
Dalam beberapa tahun terakhir, Maluku Utara berkembang menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di Indonesia berkat investasi besar di sektor hilirisasi mineral.
Namun pertumbuhan industri tersebut juga memunculkan perhatian terkait dampak lingkungan, pengelolaan limbah, dan keberlanjutan kawasan tambang.
Pengamat ekonomi menilai penerapan standar audit internasional seperti RMAP+ dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing industri nikel Indonesia di pasar global.
Selain membuka peluang ekspor yang lebih luas, penerapan standar keberlanjutan juga dinilai dapat membantu memperkuat citra industri pertambangan nasional di mata investor internasional.