1
1
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi memperkuat pasokan BBM subsidi di Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dilakukan dengan menyiagakan dua kapal pengangkut BBM untuk mengantisipasi antrean panjang di sejumlah SPBU.
Kepala BPH Migas Wahyudi mengatakan stok BBM di Sulawesi Selatan saat ini berada di kisaran 16.000 kiloliter (KL). Konsumsi Pertalite rata-rata mencapai sekitar 2.000 KL per hari, sedangkan Solar sekitar 1.800 KL per hari.
Menurut Wahyudi, Pertamina telah menyiapkan dua kapal yang dapat digunakan untuk menambah pasokan ketika persediaan mulai menurun. Kapal tersebut akan mengambil BBM dari kilang di Tuban, Jawa Timur, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Satu kapal memiliki kapasitas sekitar 16.000 KL. Pengiriman akan dilakukan berdasarkan kondisi stok. Jika ketahanan persediaan mulai mendekati delapan hari, satu kapal akan dikirim sehingga pasokan dapat kembali diperkuat untuk kebutuhan berikutnya.
Pengiriman dari kedua kilang juga dijadwalkan secara berkala. Wahyudi menyebut perjalanan kapal menuju Sulawesi Selatan membutuhkan waktu kurang dari dua hari. Pasokan dilakukan setiap dua hingga tiga hari, termasuk untuk memenuhi kebutuhan Biosolar.
Saat ini, ketahanan stok BBM di Sulsel masih berada pada kondisi normal, dengan persediaan sekitar tujuh hingga 12 hari. Untuk BBM nonsubsidi, stok bahkan diperkirakan mampu bertahan hingga 30 hari.
Di tengah antrean SPBU, pengiriman Pertalite juga ditingkatkan. Setiap SPBU mendapat tambahan pengiriman hingga dua kali drop order (DO) per hari. Satu mobil tangki membawa sekitar 24 KL BBM.
Wahyudi menjelaskan penyaluran harian Pertalite bahkan meningkat dari sekitar 24–25 KL sebelum antrean menjadi maksimal 51 KL per hari. Ia membantah adanya pengurangan pengiriman BBM ke SPBU.
Masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM dan membeli sesuai kebutuhan. Imbauan tersebut disampaikan agar tidak terjadi pembelian berlebihan yang justru berpotensi memperpanjang antrean.
Sementara itu, keluhan mengenai pembatasan pembelian BBM subsidi turut disampaikan pengemudi bajaj. Salah seorang pengemudi mengaku batas pembelian Rp50.000 untuk kendaraan roda dua tidak mencukupi kebutuhan operasional hariannya.