Popular Posts

Rupiah Melemah ke Rp18.093 per Dolar AS, Pasar Cermati Transisi Kepemimpinan BI - RakyatMerdeka.net

Rupiah Melemah ke Rp18.093 per Dolar AS, Pasar Cermati Transisi Kepemimpinan BI

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa. Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan Bank Indonesia (BI) selama masa transisi kepemimpinan bank sentral.

Pada awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 61 poin atau sekitar 0,34 persen ke level Rp18.070 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp18.009 per dolar AS. Hingga pukul 11.25 WIB, berdasarkan data Google Finance, kurs rupiah kembali bergerak melemah hingga menyentuh Rp18.093 per dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor masih mencermati perkembangan kebijakan moneter Indonesia setelah perubahan kepemimpinan di Bank Indonesia. Selain faktor domestik, dinamika pasar global juga turut memengaruhi arah pergerakan nilai tukar.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai sentimen dalam negeri menjadi faktor utama yang menekan rupiah pada perdagangan kali ini. Menurutnya, pelaku pasar masih menunggu kepastian mengenai arah kebijakan yang akan ditempuh oleh gubernur baru Bank Indonesia.

Transisi Kepemimpinan Jadi Sorotan Investor

Perhatian investor meningkat setelah Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo.

Pemerintah selanjutnya akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat sebelum melanjutkan proses penunjukan gubernur definitif.

Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden akan mengajukan calon Gubernur BI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI, calon yang memperoleh persetujuan akan dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Menurut Rully, proses tersebut menjadi perhatian pasar karena kebijakan bank sentral memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi, serta arah kebijakan moneter nasional.

Penguatan Kebijakan Moneter Dinilai Penting

Rully menilai gubernur BI yang baru perlu memprioritaskan penguatan kelembagaan bank sentral, khususnya dalam pelaksanaan kebijakan operasional moneter.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan jumlah uang beredar dan ekspektasi inflasi secara hati-hati agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. Selain itu, menurutnya, independensi Bank Indonesia dalam menjalankan fungsi moneter perlu terus diperkuat sesuai mandat yang dimiliki.

Kejelasan arah kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sentimen Global Masih Memberi Dukungan

Di luar faktor domestik, kondisi pasar internasional dinilai relatif lebih kondusif dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Indeks dolar AS bergerak cenderung stabil, sementara harga minyak dunia mengalami penurunan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda.

Perkembangan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menginstruksikan penghentian serangan lanjutan terhadap Iran, yang mengakhiri rangkaian konflik selama 13 hari.

Meski demikian, hubungan kedua negara masih menjadi perhatian pelaku pasar global. Pemerintah Iran menyatakan belum melakukan perundingan dengan Amerika Serikat, sedangkan peluang dialog ke depan bergantung pada perkembangan hubungan diplomatik kedua negara.

Dengan kondisi tersebut, investor diperkirakan akan terus memantau perkembangan geopolitik internasional bersamaan dengan proses pergantian kepemimpinan Bank Indonesia. Kedua faktor tersebut dinilai akan menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Website |  + posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.