Popular Posts

Kemkomdigi Perkuat Dialog Tata Kelola Hak Cipta di Era AI - RakyatMerdeka.net

Kemkomdigi Perkuat Dialog Tata Kelola Hak Cipta di Era AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperluas dialog dengan berbagai pelaku industri untuk menyusun tata kelola hak cipta di era kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini dilakukan agar regulasi yang disiapkan mampu memberikan perlindungan terhadap karya kreatif sekaligus menjaga keberlanjutan industri media di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Sebagai bagian dari proses tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menerima audiensi dengan perwakilan Google untuk membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perlindungan karya jurnalistik, pemanfaatan kecerdasan artifisial, hingga peluang kerja sama antara platform digital dan perusahaan media.

Menurut Nezar, pemerintah memilih pendekatan kolaboratif dalam merumuskan kebijakan karena setiap sektor memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, penyusunan regulasi tidak dapat menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh pelaku industri.

Pemerintah Cari Solusi Seimbang

Nezar menjelaskan bahwa pemerintah saat ini mencermati berbagai dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan AI terhadap ekosistem media nasional. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah menurunnya jumlah kunjungan pembaca ke situs media, yang pada akhirnya memengaruhi pendapatan perusahaan pers.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pengelola media melaporkan penurunan trafik yang cukup signifikan sejak semakin luasnya penggunaan teknologi AI. Kondisi tersebut mendorong perusahaan media untuk mencari model bisnis baru yang lebih relevan dengan perubahan perilaku konsumsi informasi di era digital.

Menurut pemerintah, perkembangan teknologi harus tetap memberikan ruang bagi inovasi tanpa mengabaikan keberlangsungan industri kreatif dan media yang selama ini menjadi penyedia informasi bagi masyarakat.

Regulasi Disusun Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan

Kemkomdigi menegaskan bahwa proses penyusunan aturan mengenai hak cipta tidak hanya melibatkan pemerintah dan perusahaan teknologi, tetapi juga membuka ruang dialog dengan perusahaan media, pelaku industri kreatif, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Masukan dari berbagai pihak dinilai penting agar regulasi yang dihasilkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan.

Pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan hak cipta, kepentingan industri media, serta kepastian bagi platform digital dalam mengembangkan layanan berbasis AI di Indonesia.

Dorong Ekosistem Digital yang Adil

Nezar menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang mampu menjawab tantangan transformasi digital tanpa menghambat inovasi teknologi.

Melalui proses konsultasi yang terus berjalan, Kemkomdigi berharap dapat merumuskan regulasi yang adil, transparan, dan akuntabel sehingga seluruh pihak memperoleh kepastian dalam menjalankan aktivitas di ruang digital.

Selain memperkuat perlindungan terhadap karya jurnalistik dan hak cipta, kebijakan tersebut juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional melalui terciptanya hubungan yang lebih seimbang antara platform teknologi dan industri media. Dengan pendekatan yang inklusif, pemerintah optimistis regulasi yang disusun mampu menjadi fondasi bagi pemanfaatan kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlangsungan industri informasi di Indonesia.

Website |  + posts