1
1
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menegaskan bahwa kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan, terutama mereka yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Penguatan keterampilan tersebut dinilai berperan besar dalam menciptakan kepemimpinan yang efektif sekaligus mendukung lahirnya kebijakan publik yang lebih inklusif.
Pesan itu disampaikan Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Kementerian PPPA, Iip Ilham Firman, dalam kegiatan Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat.
Menurut Iip, kualitas komunikasi menjadi bagian dari kompetensi manajerial yang semakin penting seiring meningkatnya jenjang jabatan seorang ASN. Semakin besar tanggung jawab yang diemban, semakin tinggi pula tuntutan terhadap kemampuan membangun komunikasi yang jelas, efektif, dan mampu menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ia menilai keberadaan perempuan dalam posisi kepemimpinan di birokrasi tidak sekadar memenuhi aspek representasi. Lebih dari itu, kepemimpinan perempuan memiliki kontribusi strategis dalam mendorong lahirnya kebijakan yang responsif terhadap kesetaraan gender, memperhatikan kebutuhan masyarakat secara lebih luas, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Karena itu, peningkatan kapasitas ASN perempuan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memiliki kompetensi yang memadai untuk menghadapi tantangan organisasi dan pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, KPPPA menghadirkan motivator sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Merry Riana, untuk memberikan materi mengenai penguatan kemampuan komunikasi kepada peserta Women Leaders Academy pada hari ketiga pelatihan.
KPPPA berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri para peserta dalam menyampaikan gagasan, membangun hubungan kerja yang sehat, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Iip menambahkan, lemahnya komunikasi sering kali menjadi penyebab munculnya hambatan dalam pelaksanaan tugas kedinasan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hubungan kerja, baik di lingkungan internal instansi maupun dalam kerja sama dengan mitra eksternal.
Melalui program pengembangan kapasitas ini, KPPPA menargetkan lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di lingkungan birokrasi yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis dan manajerial, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.