1
1
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan ribuan liter air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau dan fenomena El Nino di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Hingga Senin, 28 September 2026, kekeringan tercatat terjadi di Kabupaten Pati, Sragen, dan Pemalang.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan fenomena El Nino turut berdampak terhadap penurunan cadangan air tanah di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan distribusi air secara berkala untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Distribusi air bersih dilakukan secara berkala oleh otoritas di daerah,” kata Berton di Jakarta, Selasa.
Di Kabupaten Pati, kekeringan berdampak pada 1.131 kepala keluarga atau 3.896 jiwa. Warga terdampak tersebar di 15 desa yang berada di tujuh kecamatan, yakni Winong, Pucakwangi, Jaken, Jakenan, Gabus, Kayen, dan Tambakromo.
Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, Tim Reaksi Cepat BPBD Pati telah menyalurkan sebanyak 94.000 liter air bersih. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk respons terhadap berkurangnya ketersediaan air di wilayah terdampak.
Kondisi kekeringan juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Sragen. BNPB mencatat sebanyak 2.298 KK atau 7.224 jiwa terdampak krisis air bersih yang tersebar di 12 desa.
Wilayah terdampak berada di Kecamatan Gesi, Tangen, Mondokan, Jenar, dan Miri. BPBD Sragen mengerahkan sembilan armada tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.
Total kapasitas air yang disiapkan melalui armada tersebut mencapai 41.000 liter. Distribusi dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air selama kondisi kemarau berlangsung.
Sementara itu, Kabupaten Pemalang menjadi wilayah dengan cakupan dampak kekeringan paling luas berdasarkan laporan BNPB. Kekeringan tercatat memengaruhi 10.764 KK di 23 desa yang berada di sembilan kecamatan.
Sembilan kecamatan tersebut meliputi Belik, Bawang, Pulosari, Watukumpul, Bantarbolang, Randudongkal, Bodeh, Warungpring, dan Cilongok.
“Pasokan armada tangki berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter disiagakan untuk memenuhi kebutuhan air warga di Pemalang itu hingga tiga hari ke depan,” ujar Berton.
BNPB mengingatkan bahwa bantuan air bersih perlu diiringi dengan penghematan penggunaan air oleh masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi kemarau dan fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta menggunakan air sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ketersediaan air di wilayah yang mengalami kekeringan.
Selain persoalan kekurangan air, kondisi cuaca yang terik juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan menggunakan api.
BNPB juga mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi bencana. Salah satunya dengan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting sehingga dapat digunakan apabila terjadi kondisi darurat.
Penyaluran air bersih dan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan sekaligus menjaga kebutuhan dasar warga selama periode kemarau berlangsung.
Dimas Hartono adalah seorang profesional media digital dan komunikasi asal Indonesia yang berpengalaman dalam produksi konten, strategi editorial, dan pengelolaan platform online. Ia memiliki minat besar pada perkembangan jurnalisme digital, teknologi informasi, dan strategi komunikasi modern. Dalam kariernya, Dimas aktif terlibat dalam pengembangan konten kreatif, koordinasi tim media, serta optimalisasi distribusi informasi melalui berbagai saluran digital. Ia dikenal sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan mampu bekerja secara profesional dalam lingkungan yang cepat berubah.