1
1
Keamanan pangan pada makanan olahan perlu dijaga sejak pemilihan bahan baku hingga proses produksi dan penyimpanan. Setiap tahapan memiliki peran dalam memastikan produk yang beredar tetap memenuhi aspek kualitas dan keamanan sebelum dikonsumsi masyarakat.
CEO Consumer Food Cimory Group Axel Sutantio mengatakan kualitas makanan olahan sangat dipengaruhi oleh ketepatan bahan baku serta proses pengolahannya. Menurut dia, pemilihan bahan harus disesuaikan dengan standar produk yang hendak dihasilkan.
Pada produk berbasis daging, misalnya, jenis dan kualitas bahan baku menjadi faktor yang dapat memengaruhi karakteristik produk akhir. Karena itu, pengawasan terhadap bahan baku menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian produksi pangan.
Perkembangan teknologi pangan turut membantu produsen mengendalikan berbagai tahapan pengolahan. Pengaturan suhu, pemasakan, pembekuan, hingga penyimpanan dapat dilakukan secara lebih presisi untuk membantu mempertahankan kualitas produk.
Salah satu metode yang digunakan dalam pengolahan pangan adalah individual quick freezing (IQF). Melalui metode tersebut, makanan yang telah dimasak dibekukan dengan cepat sehingga suhu produk dapat diturunkan dalam waktu relatif singkat.
Pembekuan cepat membantu produk melewati rentang suhu yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme, termasuk bakteri, dengan lebih cepat. Metode ini juga menghasilkan kristal es yang berukuran lebih kecil sehingga karakteristik tekstur makanan dapat lebih terjaga dibandingkan pembekuan secara perlahan.
Selain teknologi pembekuan, pengelolaan rantai dingin atau cold chain menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi produk selama proses distribusi dan penyimpanan. Pengendalian suhu secara konsisten diperlukan agar kualitas makanan tetap terjaga hingga sampai kepada konsumen.
Axel juga menekankan bahwa karakteristik produk yang memiliki daya simpan lebih pendek dapat menjadi salah satu indikasi bahwa produsen tidak mengandalkan penggunaan bahan pengawet sebagai satu-satunya cara untuk mempertahankan produk.
Di sisi konsumen, pemahaman mengenai keamanan pangan juga dapat dilakukan dengan membaca informasi pada kemasan. Komposisi, nilai gizi, ukuran porsi, serta petunjuk penyimpanan dan konsumsi dapat menjadi pertimbangan sebelum membeli atau mengonsumsi makanan olahan.
Konsumen juga dapat memperhatikan informasi mengenai produsen, termasuk perizinan dan sertifikasi yang relevan. Dengan demikian, keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab produsen, tetapi juga melibatkan perhatian konsumen terhadap informasi produk dan pola konsumsi sehari-hari.
Dimas Hartono adalah seorang profesional media digital dan komunikasi asal Indonesia yang berpengalaman dalam produksi konten, strategi editorial, dan pengelolaan platform online. Ia memiliki minat besar pada perkembangan jurnalisme digital, teknologi informasi, dan strategi komunikasi modern. Dalam kariernya, Dimas aktif terlibat dalam pengembangan konten kreatif, koordinasi tim media, serta optimalisasi distribusi informasi melalui berbagai saluran digital. Ia dikenal sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan mampu bekerja secara profesional dalam lingkungan yang cepat berubah.