1
1
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (4/9), didukung pernyataan bernada dovish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller. Sinyal tersebut menekan dolar AS sekaligus mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Rupiah dibuka naik 51 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp17.628 per dolar AS. Penguatan tersebut dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.679 per dolar AS.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan sentimen dari The Fed menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan mata uang Garuda. Menurutnya, pernyataan Waller memberikan indikasi bahwa bank sentral AS memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga acuan apabila tekanan inflasi terus menunjukkan perkembangan positif.
Waller sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat tanda-tanda disinflasi yang menjanjikan dalam perekonomian AS. Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa dirinya berpotensi mendukung keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya.
Perubahan ekspektasi tersebut langsung tercermin di pasar keuangan. Pelaku pasar obligasi memangkas probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 50 persen atau berada dalam posisi seimbang. Angka tersebut turun cukup tajam dibandingkan perkiraan 63 persen yang tercatat sehari sebelumnya.
Lukman menilai pesan Waller menunjukkan kemungkinan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi di AS terus mereda. Perubahan ekspektasi kebijakan moneter tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap dolar AS dan pada saat yang sama mendukung mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Waller mensinyalkan untuk tidak menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi masih terus mereda,” kata Lukman.
Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS serta data ekonomi yang menjadi pertimbangan The Fed. Investor juga akan mencermati perubahan sentimen global yang dapat memengaruhi arus modal dan permintaan terhadap dolar AS.
Berdasarkan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS. Rentang tersebut mencerminkan peluang penguatan rupiah sekaligus potensi volatilitas di tengah pasar yang masih menunggu kepastian arah kebijakan The Fed.
Dimas Hartono adalah seorang profesional media digital dan komunikasi asal Indonesia yang berpengalaman dalam produksi konten, strategi editorial, dan pengelolaan platform online. Ia memiliki minat besar pada perkembangan jurnalisme digital, teknologi informasi, dan strategi komunikasi modern. Dalam kariernya, Dimas aktif terlibat dalam pengembangan konten kreatif, koordinasi tim media, serta optimalisasi distribusi informasi melalui berbagai saluran digital. Ia dikenal sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan mampu bekerja secara profesional dalam lingkungan yang cepat berubah.