1
1
Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dapat selesai dibangun dan mulai diperkuat operasionalnya bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Agustus 2026. Program tersebut diarahkan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan pembangunan koperasi terus dilakukan di berbagai daerah menjelang peringatan kemerdekaan. Hingga kini, sebanyak 9.294 unit telah menyelesaikan pembangunan fisik.
Kecepatan pembangunan disebut berada pada kisaran 150 hingga 200 unit per hari. Pemerintah berharap laju tersebut terus dipertahankan sehingga target pembangunan koperasi dapat tercapai sesuai jadwal.
Menurut Zulhas, agenda KDMP tidak berhenti pada pembangunan gedung atau fasilitas pendukung. Pemerintah juga menyiapkan sistem operasional dan sumber daya manusia yang nantinya mengelola kegiatan usaha koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Sebanyak 1.061 koperasi saat ini telah dinyatakan siap menjalankan operasional secara penuh. Di sisi lain, proses perekrutan sekitar 30 ribu manajer koperasi masih berlangsung untuk memastikan setiap unit memiliki pengelola yang mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional.
Pemerintah menempatkan pengelola tersebut sebagai bagian penting dalam menjaga tata kelola koperasi sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat setempat.
Perkembangan serupa berlangsung di Sumatera Selatan. Sebanyak 3.258 Koperasi Merah Putih telah dibentuk dan mencakup seluruh desa serta kelurahan di provinsi tersebut. Dari jumlah itu, 521 lokasi yang tersebar di 17 kabupaten dan kota telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen.
Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Selatan Morena mengatakan seluruh koperasi sedang dipersiapkan untuk peluncuran serentak pada 17 Agustus 2026. Persiapan saat ini mencakup pengadaan berbagai kebutuhan operasional koperasi.
Keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, membantu pemasaran produk lokal, mendukung usaha masyarakat, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi di tingkat desa.
Aditya Pranowo adalah seorang profesional media digital asal Indonesia yang memiliki pengalaman dalam jurnalisme online, koordinasi editorial, dan strategi konten digital. Ia memiliki ketertarikan besar pada isu politik, perkembangan media modern, serta strategi peningkatan keterlibatan audiens di platform digital. Aditya dikenal memiliki kemampuan analitis yang baik, komunikasi yang efektif, dan pengalaman dalam mengelola kalender editorial serta distribusi konten untuk media online. Selain itu, ia juga tertarik pada perkembangan teknologi newsroom dan transformasi media digital di Asia Tenggara.