Popular Posts

Kemenekraf dan Sinar Mas Land Kembangkan Ekraf di Banten - RakyatMerdeka.net

Kemenekraf dan Sinar Mas Land Kembangkan Ekraf di Banten

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) bekerja sama dengan Sinar Mas Land untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kolaborasi dengan pengelola kawasan diperlukan untuk mempertemukan talenta kreatif, pelaku usaha, investor, dan pemerintah dalam satu ekosistem. Menurutnya, sinergi tersebut dapat membantu mengubah gagasan kreatif menjadi produk maupun solusi yang memiliki nilai ekonomi.

“Melalui forum ini, saya berharap dapat terwujud kolaborasi yang semakin kuat antara talenta, pelaku usaha, investor, dan pemerintah,” ujar Riefky dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Pengembangan kawasan yang mengintegrasikan bidang edukasi, teknologi, dan kesehatan dinilai memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif digital, terutama aplikasi dan teknologi. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan pelaku kreatif untuk mengembangkan inovasi sekaligus menghubungkannya dengan kebutuhan sektor riil.

Riefky menyebut subsektor aplikasi menjadi penyumbang investasi ekonomi kreatif terbesar pada 2025. Nilainya mencapai Rp54,18 triliun dari total investasi ekonomi kreatif sebesar Rp183,01 triliun. Pada tahun yang sama, ekspor ekonomi kreatif Indonesia tercatat sebesar 31,94 miliar dolar AS.

Menurut Riefky, pertumbuhan aplikasi tidak hanya berdampak pada perusahaan pengembang, tetapi juga berhubungan dengan penciptaan lapangan kerja, investasi, dan daya saing nasional.

“Ketika sebuah aplikasi berkembang, yang tumbuh bukan hanya perusahaan tetapi juga lapangan kerja, investasi dan daya saing bangsa,” katanya.

Selain penandatanganan MoU, Kemenekraf memberikan penghargaan kepada 13 pegiat dan perusahaan aplikasi dalam Indonesia Apps Summit (IN-Apps) 2026 bertema “Application as the New Engine of Growth”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Salah satu penerima penghargaan adalah Gojek untuk kategori Startup Mapan dan GoPay pada kategori Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet)/Non-Perbankan.

Head of Public Policy and Government Relations Gojek Rangga D. Fadillah mengatakan dukungan pemerintah berperan dalam mendorong perkembangan industri digital, termasuk sektor ekonomi kreatif. Ia menilai berbagai kolaborasi dengan Kemenekraf menunjukkan adanya perhatian terhadap pertumbuhan industri tersebut.

Website |  + posts